Saturday, 31 May 2014

Kejadian Ascites pada Ayam Broiler



Oleh: Diptya Cinantya

Selama masa pemeliharaan ayam pedaging (broiler), terkadang kita menjumpai ayam dengan perut yang menggembung yang ketika diraba terasa keras terisi cairan dan ketika dibuka, rongga perut terisi cairan bening kekuningan. Itulah yang disebut ascites, penimbunan cairan dalam rongga perut. Jika kita amati dengan seksama, ayam yang mengalami ascites dapat kita kenali diantara sekian banyak ayam yang dipelihara. Ayam tersebut akan cenderung untuk berdiri dengan posisi seperti kedinginan atau nyekukruk, dan bulu kusut dan berdiri terutama di sekitar leher. Ayam cenderung untuk lebih sering berdiri karena jika duduk atau berbaring, cairan di dalam perut (abdomen) akan mendesak ke arah jantung. Ini pula yang menjelaskan kenapa ayam yang mengalami ascites dapat mati seketika ketika tubuhnya dibalikkan terutama dengan posisi kepala lebih rendah dari badan, karena cairan dalam abdomen akan mengali dan mendesak jantung atau paru-paru. Ketika dibalik, perut ayam terlihat kembung dan ketika diraba terisi cairan, lambung (ventrikulus) ayam yang sering kita sebut empedal (jeroan) juga tidak teraba dari luar perut karena cairan yang memenuhi rongga perut. Berkaitan dengan gagalnya fungsi jantung untuk mendaptkan oksigen, ayam pun  terlihat megap-megap sesekali dan berusaha mencari oksigen. Ayam cenderung untuk terpisah dari kerumunannya dan mencari lokasi di pinggir sekatan. Ayam pun seringkali memejamkan mata dan tampat merasakan sesuatu dalam tubuhnya.
Ascites terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan okseigen yang diminta oleh tubuh. Jantung yang berdenyut lebih cepat untuk merespon panggilan itu menyebabnya meningkatnya aliran darah ke paru-paru dan jaringan tubuh. Ketika paru-paru ayam sudah tidak dapat menahan derasnya aliran darah dari jantung, aliran darah dengan tekanan yang tinggi tersebut akan kembali ke jantung, hati dan rongga perut. Hal ini yang menyebabkan terjadinya kerusakan jantung terutama bagian ventrikel kanan.  Pembuluh darah, baik yang menyuplai hati dan berada di usus pun membesar, mengakibatkan membesarnya hati dan, lebih jauhnya cairan dalam jaringan akan “merembes” keluar ke rongga perut.

Ascites - Showing distended abdomen filled with fluid.
Ascites - Perbesaran abdomen karena terisi cairan

Kejadian ascites yang tinggi dapat kita amati pada ayam broiler. Mengapa? Karena permintaan oksigen yang tinggi merujuk pada metabolisme yang tinggi pada ayam broiler. Metabolisme tinggi terjadi karena ayam broiler “dipaksa” untuk tumbuh cepat.  Hal ini berkaitan dengan prinsip bahwa darah bertugas untuk membawa oksigen dan sari-sari makanan yang  tentunya lebih tinggi jumahnya seiring dengan asupan pakan broiler yang juga tinggi. Di sisi yang lain, oksigen tersebut juga berfungsi menjaga suhu optimum dan fungsi tubuh.
Dalam kondisi yang normal, segala konsekuensi yang harus terjadi pada ayam broiler tentunya dapat diatasi oleh tubuh. Akan tetapi hal ini tentunya berbeda jika banyak hal mengintervensi mekanisme tubuh tersebut. Hal itu antara lain ventilasi yang buruk, yang meliputi kelembaban, suhu dan kandungan karbondioksida serta amonia tinggi yang tidak dibarengi dengan kecepatan aliran udara yang mumpuni. Selain itu kualitas DOC, penyakit yang mengganggu saluran pernafasan pun dapat memperparah kejadian ascites.
Ascites dapat dengan mudah terjadi pada peternakan ayam broiler, tapi tentu kita bisa meminimalisir faktor-faktor yang mempertinggi kejadian. Pertama, kita harus memanjakan kerja jantung ayam dan tidak membiarkannya untuk bekerja lebih keras. Karbondioksida dan ammonia yang tinggi tentu akan memberatkan kerja jantung karena selain menyuplai oksigen, jantung masih harus bekerja ekstra untuk mengeluarkan karbondioksida dan ammonia tersebut. Membuat ventilasi yang baik dengan mengatur arus angin optimum yang harus masuk dan keluar merupakan salah satu solusi. Selain itu kita juga harus memperhatikan kelembaban litter karena kelembaban litter tinggi juga berarti ammonia yang tinggi. Selain itu litter yang kering dan didisinfeksi terlebih dahulu akan sangat baik digunakan. Kedua, kita harus membuat ayam nyaman dan meminimalisir stress. Ayam yang stress akan membuat metabolisme tubuh ayam menjadi lebih tinggi karena ia akan menggunakan energi dan nutrisi yang didapatnya untuk mengatasi stress tersebut. Hal ini tentunya akan memperparah kerja tubuh terutama ayam broiler yang memang sudah bermetabolisme tinggi. Perlakukan ayam secara hati-hati. Minimalkan banyak variasi seperti variasi program pencahayaan, disamping melakukan penggantian pakan dan tempatnya serta gallon air minum secara bertahap. Terakhir, jika diperlukan, kita dapat memberikan suplemen bagi tubuh ayam. Cairan elektroit sebagai pengganti tubuh yang dilengkapi vitamin, terutama vitamin C diharapkan dapat menurunkan tingkat stress pada ayam.

No comments:

Post a Comment