Saturday, 31 May 2014

“Jangan Biarkan Ayam Kita Menjadi (Lebih) Stress”



            Peternak terkadang bingung dengan banyaknya ayam yang menjadi lumpuh, tidak mau makan dan lemas.  Seutas benang karung pakan yang tersangkut di kerongkongannya, cuaca panas atau kedinginan dapat menjadi sumber stress bagi ayam dan bila dibiarkan dapat “membunuh” ayam secara perlahan-lahan.
            Stress merupakan suatu penyimpangan dari kondisi normal tubuh. Ketika hewan mengalami stress, ia akan mendistribusikan kembali energi dan sumber protein dalam tubuh, sehingga dengan asupan pakan dan suplemen dengan kadar yang sama, tubuh akan mengalami kekurangan dan mengakibatkan gangguan metabolisme. Tahap awal stress melibatkan fungsi syaraf dan pengeluaran hormon yang bersifat sementara.  Sebut saja jika ayam menelan tali rafia ia akan berusaha untuk terus menggerakkan kerongkongan untuk memuntahkannya secara terus menerus. Tahap kedua adalah proses adaptasi yang melibatkan pengeluaran hormon besar-besaran secara terus menerus. Anggap saja ayam berusaha untuk “menerima” bahwa tali raffia itu tidak mungkin dimuntahkannya dan mencoba beradaptasi dengan keadaan tersebut. Tahap ketiga adalah kelemahan, hal ini terjadi ketika hal yang menyebabkan stress, kita sebut sebagai stressor tetap ada dan sistem tubuh termasuk hormon tidak dapat dan sanggup menerimanya sehingga tubuh lambat laun mengalami kelemahan. Pada tahap ini, ayam tersebut akan mengalami depresi karena rasa sakit akibat adanya peradangan di kerongkongannya, dan seiring dengan penurunan nafsu makan akhirnya tidak mau makan sama sekali, dengan segala keterbatasan dirinya, ayam tersebut seperti “menjemput” kematiannya.
            Stressor atau penyebab stress dapat dikelompokkan menjadi stressor yang dapat dihindari dan yang tidak dapat dihindari. Dapat dihindari jika stressor tersebut dapat kita minimalisir atau bahkan kita tiadakan. Kandang yang dihuni terlalu banyak ayam, ventilasi yang buruk, litter yang basah, toksin pada makanan, kekurangan nutrisi (malnutrisi), tingginya level ammonia, dehidrasi, dan manajemen yang buruk merupakan contoh stressor yang dapat kita hindari. Sedangkan cuaca yang ekstrem seperti perbedaan suhu yang ekstrem anatara siang hari dan malam hari merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Selain itu stress karena interaksi dengan manusia, vaksinasi, transportasi, pertumbuhan yang “dibuat” cepat, dan pemotongan paruh merupakan contoh lain stressor ini. Cuaca ekstrem terutama panas merupakan tantangan yang perlu diwaspadai mengingat ayam tidak mempunya kelenjar keringat untuk membuang panas dari tubuhnya. Seluruh stress ini, walaupun tidak dapat kita hindari, namun kita dapat mengurangi  kadar stress yang akan ditimbulkannya dengan beberapa hal.
            Hewan yang stress tidak dapat kita kenali secara langsung karena stress merupakan kondisi fisiologis dalam tubuh. Secara imiah, banyak studi yang meneliti tentang kondisi fisiologis tersebut dan menetapkan berbagai indikator stress secara fisiologis, namun kiita tentu tidak dapat melihatnya dari luar. Merujuk beberapa hal, secara kasaran dan praktis, hewan yang stress menunjukkan gejala seperti ketika ia sedang sakit, seperti lemah, kurangnya respon gerak, diare, naiknya suhu tubuh dan berkurangnya nafsu makan.
Usaha Penanggulangan Stress
Elektrolit merupakan ion penting dalam tubuh yang berguna untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh agar metabolisme dalam tubuh dapat berjalan optimal. Dalam suatu kondisi seperti panas, gerak yang berlebihan dan stress, cairan tubuh cenderung hilang lebih banyak sehingga ayam dehidrasi dan menyebabkan proses metabolisme tubuh menjadi terganggu. Hal ini menyebabkan ayam menjadi rentan terhadap penyakit. Suplemen yang berisi elektroit berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang sehingga proses metabolisme dapat berjaan dengan tetap optimal. Cairan elektrolit kemasan yang juga berisi berbagai vitamin dan suplemen tentu akan ebih terasa manfaatnya dan dapat diberikan ketika sesuatu yang dapat menyebabkan stress terjadi.
            Vitamin C merupakan vitamin yang penting bagi tubuh, karena berfungsi sebagai antioksidan sehingga dapat menjaga daya tahan tubuh. Sebagai gambaran, di luar tubuh, terdapat banyak ion-ion jahat yang bernama radikal bebas yang akan menarik ion-ion baik daam tubuh sehingga tubuh akan mengalami rekasi peradangan. Antioksidan merupakan salah satu keunggulan vitamin C yang berfungsi sebagai penangkal itu semua.  Selain itu vitamin C juga mengurangi racun dalam hati sehingga dapat memperbaiki fungsi hati sebagai salah satu sumber metabolisme. Vitamin C dapat diberikan terutama ketika cuaca ekstrem untuk menjaga daya tahan tubuh.
            Terakhir, karena kondisi stress di sini merujuk pada pemeliharaan ayam yang dilakukan secara komersial dalam jumlah besar, maka dapat kita anggap dengan berbagai stressor yang ada tentu akan berdampak pada ayam secara keseluruhan. Oleh sebab itu, tentunya lingkungan pemeliharaan yang berkaitan dengan manajemen lagi-lagi perlu diperhatikan. Harus kita pastikan kapasitas kandang sesuai dengan jumlah ayam dan juga kandang yang bersih dengan ventilasi yang baik, karena alih-alih hanya akan membuat ayam menjadi lebih stress, seperti dipaparkan di atas, lingkungan yang buruk dapat menjadi penyebab stress itu sendiri.

No comments:

Post a Comment