Peternak terkadang bingung dengan
banyaknya ayam yang menjadi lumpuh, tidak mau makan dan lemas. Seutas benang karung pakan yang tersangkut di
kerongkongannya, cuaca panas atau kedinginan dapat menjadi sumber stress bagi
ayam dan bila dibiarkan dapat “membunuh” ayam secara perlahan-lahan.
Stress merupakan suatu penyimpangan
dari kondisi normal tubuh. Ketika hewan mengalami stress, ia akan
mendistribusikan kembali energi dan sumber protein dalam tubuh, sehingga dengan
asupan pakan dan suplemen dengan kadar yang sama, tubuh akan mengalami
kekurangan dan mengakibatkan gangguan metabolisme. Tahap awal stress melibatkan
fungsi syaraf dan pengeluaran hormon yang bersifat sementara. Sebut saja jika ayam menelan tali rafia ia
akan berusaha untuk terus menggerakkan kerongkongan untuk memuntahkannya secara
terus menerus. Tahap kedua adalah proses adaptasi yang melibatkan pengeluaran
hormon besar-besaran secara terus menerus. Anggap saja ayam berusaha untuk
“menerima” bahwa tali raffia itu tidak mungkin dimuntahkannya dan mencoba
beradaptasi dengan keadaan tersebut. Tahap ketiga adalah kelemahan, hal ini
terjadi ketika hal yang menyebabkan stress, kita sebut sebagai stressor tetap ada dan sistem tubuh
termasuk hormon tidak dapat dan sanggup menerimanya sehingga tubuh lambat laun
mengalami kelemahan. Pada tahap ini, ayam tersebut akan mengalami depresi
karena rasa sakit akibat adanya peradangan di kerongkongannya, dan seiring dengan
penurunan nafsu makan akhirnya tidak mau makan sama sekali, dengan segala
keterbatasan dirinya, ayam tersebut seperti “menjemput” kematiannya.
Stressor
atau penyebab stress dapat dikelompokkan menjadi stressor yang dapat dihindari dan yang tidak dapat dihindari. Dapat
dihindari jika stressor tersebut
dapat kita minimalisir atau bahkan kita tiadakan. Kandang yang dihuni terlalu
banyak ayam, ventilasi yang buruk, litter yang basah, toksin pada makanan, kekurangan
nutrisi (malnutrisi), tingginya level ammonia, dehidrasi, dan manajemen yang
buruk merupakan contoh stressor yang
dapat kita hindari. Sedangkan cuaca yang ekstrem seperti perbedaan suhu yang
ekstrem anatara siang hari dan malam hari merupakan sesuatu yang tidak dapat
dihindari. Selain itu stress karena interaksi dengan manusia, vaksinasi,
transportasi, pertumbuhan yang “dibuat” cepat, dan pemotongan paruh merupakan
contoh lain stressor ini. Cuaca ekstrem terutama panas merupakan tantangan yang
perlu diwaspadai mengingat ayam tidak mempunya kelenjar keringat untuk membuang
panas dari tubuhnya. Seluruh stress ini, walaupun tidak dapat kita hindari,
namun kita dapat mengurangi kadar stress
yang akan ditimbulkannya dengan beberapa hal.
Hewan yang stress tidak dapat kita
kenali secara langsung karena stress merupakan kondisi fisiologis dalam tubuh. Secara
imiah, banyak studi yang meneliti tentang kondisi fisiologis tersebut dan
menetapkan berbagai indikator stress secara fisiologis, namun kiita tentu tidak
dapat melihatnya dari luar. Merujuk beberapa hal, secara kasaran dan praktis,
hewan yang stress menunjukkan gejala seperti ketika ia sedang sakit, seperti
lemah, kurangnya respon gerak, diare, naiknya suhu tubuh dan berkurangnya nafsu
makan.
Usaha
Penanggulangan Stress
Elektrolit merupakan ion penting dalam tubuh yang
berguna untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh agar metabolisme dalam
tubuh dapat berjalan optimal. Dalam suatu kondisi seperti panas, gerak yang berlebihan
dan stress, cairan tubuh cenderung hilang lebih banyak sehingga ayam dehidrasi dan
menyebabkan proses metabolisme tubuh menjadi terganggu. Hal ini menyebabkan
ayam menjadi rentan terhadap penyakit. Suplemen yang berisi elektroit berfungsi
untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang sehingga proses metabolisme dapat
berjaan dengan tetap optimal. Cairan elektrolit kemasan yang juga berisi
berbagai vitamin dan suplemen tentu akan ebih terasa manfaatnya dan dapat
diberikan ketika sesuatu yang dapat menyebabkan stress terjadi.
Vitamin C merupakan vitamin yang
penting bagi tubuh, karena berfungsi sebagai antioksidan sehingga dapat menjaga
daya tahan tubuh. Sebagai gambaran, di luar tubuh, terdapat banyak ion-ion
jahat yang bernama radikal bebas yang akan menarik ion-ion baik daam tubuh
sehingga tubuh akan mengalami rekasi peradangan. Antioksidan merupakan salah
satu keunggulan vitamin C yang berfungsi sebagai penangkal itu semua. Selain itu vitamin C juga mengurangi racun
dalam hati sehingga dapat memperbaiki fungsi hati sebagai salah satu sumber
metabolisme. Vitamin C dapat diberikan terutama ketika cuaca ekstrem untuk
menjaga daya tahan tubuh.
Terakhir, karena kondisi stress di
sini merujuk pada pemeliharaan ayam yang dilakukan secara komersial dalam
jumlah besar, maka dapat kita anggap dengan berbagai stressor yang ada tentu akan berdampak pada ayam secara
keseluruhan. Oleh sebab itu, tentunya lingkungan pemeliharaan yang berkaitan
dengan manajemen lagi-lagi perlu diperhatikan. Harus kita pastikan kapasitas
kandang sesuai dengan jumlah ayam dan juga kandang yang bersih dengan ventilasi
yang baik, karena alih-alih hanya akan membuat ayam menjadi lebih stress,
seperti dipaparkan di atas, lingkungan yang buruk dapat menjadi penyebab stress
itu sendiri.
No comments:
Post a Comment